Catatan terbengkalai part 4
aku kembali pada kehidupan tanpa kegiatan alias pengangguran hehe
sangat membosankan dan juga bingung apa yang harus kulakukan
selama libur semester setidaknya selama 2 bulan
padahal dihari aku menjalani kuliah reguler malam saja sudah cukup membosankan
tapi paling tidak aku punya kegiatan setiap malam
hidup layaknya game , tanpa misi rasanya dunia hampa
dari dulu masalah utamaku ini ini saja, tidak memiliki tujuan
tanpa warna hidup rasanya disini tidak ada yang spesial sama sekali
sampai saat ini bahkan tidak ada perkembangan yang signifikan
yang terlihat jelas, baik itu wawasan atau pekerjaan
rasanya setiap kali aku pikirkan masalah seperti ini terus menerus
membuatku muak dengan keadaan dan diriku sndiri
karna itulah mungkin aku memilih obat sebagai pelarianku
hanya untuk mengalihkan pikiranku saja atau lari dari masalah dunia
entah apa hikmah dari perjalanan hidupku yang menyedihkan ini
aku berusaha berpikir positif tapi aku sadar aku memakai obat (negatif)
terkadang aku merasa ini memang tidak benar dan aku mengakuinya
cara hidupku ini hanya akan menambah masalah dan penderitaanku
membuatku menjadi merasa bersalah pada keluarga... sedang mereka tidak mengetahuinya
menjadi tidak berguna,,, bermanfaat bagi kehidupan adalah bagian paling menyakitkan
terkadang aku berdoa pada Rabb,,, seandainya posisiku digantikan oleh salah satu
dari anak-anak disuriah atau timur tengah yang saat ini dibantai orang kafir
aku akan sangat merasa beryukur dan menerimanya,,, meski aku harus mati digorok perlahan
keadaan hidupku saat ini membuatku hampa dan mati rasa
aku slalu berpikir kematian lebih baik untukku dari pada hidup dsini dosaku trus bertambah
karna aku juga bukan manusia yang benar-benar taat beragama, bertaqwa
hidup dalam ruang lingkupku yang seperti ini hanya akan terus mengotori jiwaku
karna itulah aku menjadi seseorang yang selalu bermasalah dengan oranglain
terkadang aku lepas kendali, kehilangan kontrol akan diri sendiri
bahkan tajamnya besi atau belati tak membuatku gentar lagi!! aku mati rasa
karna mungkin aku menginginkan kematian datang lebih cepat, bagaimana bisa aku menjadi takut?
dan kebencian dalam diriku akan dunia dan diri sendiri juga menjadi pemicunya
jika kau kira kalimat diatas aku sok hebat atau membanggakan kenakalanku
tidak sama sekali... justru sebaliknya ... aku slalu berpikir kenapa aku tidak bisa
seperti mereka diluar sana menjadi manusia survivor bekerja keras mencari uang
demi keluarganya atau setidaknya tidak membebani oranglain....
karna itulah aku slalu menganggumi dan merasa dikalahkan oleh orang dengan karakter
semacam itu, bermental baja mampu membaur meski ujian menerpanya
rasanya aku saja didunia ini orang yang aneh bermasalah dengan kehidupan
dan dengan karakter burukku ini aku juga menjadi sensitif dengan orang lain
siapapun yang bermasalah atau menyakiti keluarga yang kucintai ,aku takkan memaafkan mereka
aku tidak peduli meski aku tau pada perkelahian aku akan mati aku akan tetap maju
aku tidak peduli dengan pamor dunia kriminal, entah pembunuh berapakalipun...
aku bukan tipe manusia yang berdiri diatas penilaian orang, kasta atau strata sosial
aku bukan tipe manusia yang memikirkan hasil akhir kalau sudah menyangkut perasaan
aku sering bertemu dengan karakter manusia yang merasa diri paling kuat dan disegani
angkuh, sombong dan suka mencari masalah dengan orang lain tidak berpikir apa akibatnya
aku slalu berdoa orang seperti itu tidak akan bertemu denganku lagi
tapi nyatanya hal yang paling kuhindari slalu saja dipertemukan denganku
aku selalu mengeluh dan bertanya pada Rabb,, kenapa harus aku lagi?
mendapatkan masalah yang paling aku benci ,,,
padahal aku hanya ingin kedamaian , jauh dari perhatian manusia ...
saat orang-orang menatapku dengan mata yang seakan aku alien , suka bermasalah!
sekali lagi aku dicap buruk dan sekali lagi keluargaku harus terbebani oleh perbuatanku
Aku memahami semua apa yang membentuk karakter seperti monster dalam diri
aku tau penyebab masa lalu lah yang membentuk orang tumbuh akan jadi seperti apa
dan aku menerima diriku sndiri ,masuk akal jika aku berkarakter seperti ini
berbeda dari oranglain,karna banyak hal yang berbeda juga yang kualami dari kebanyakan
anak pada masa pertumbuhanya, baik itu dari lingkungan, faktor internal dan semacamnya
yang pada intinya aku ikhlas atas apa yang kujalani ini, meskipun aku membencinya
tidak bisa memaafkan diri sendiri dan semua perbuatanku yang merepotkan banyak orang
itulah aku saat ini...
dan sekarang selama libur 2 bulan dan tidak ada kegiatan kuliah yang menjadi pembatas
antara surga dan neraka ku , aku hanya takut iblisku meracuni pikiranku lagi
dan aku kembali seperti kehidupan sebelum aku kuliah yang penuh kegelapan
aku tidak ingin terjebak dalam lubang neraka yang paling dalam itu lagi ...
aku ingin memperbaiki diri tapi tidak tau harus berbuat apa
mudah saja mengatakan ,,,,,, dimulai dari Shalat beribadah, mendekat pada Rabb
mudah saja berkata ,,,,, cari sesuatu kegiatan positif dan mulai berbenah
kau tidak tau berkata tidak semudah membalikan telapak tangan
bahkan jika mempunyai NIAT sekalipun kau harus melawan ujian yaitu berperang
melawan diri sendiri dan hawa nafsu dan perasaan malam bahkan pola hidup yang
terbiasa kau lakukan hari-hari kau harus mengubahnya .......
dan mereka berkata kembali, jika kau tidak bisa melewatinya maka kau tidak
punya cukup NIAT untuk mengubah dirimu sndiri,,,, selalu ada hal yang harus dikorbankan
dan ditinggalkan untuk sebuah perubahan meskipun hal yang menyenangkan bagimu...
aku tidak punya alasan untuk menjawab kalimat diatas itu lagi,,
karna memang benar aku tidak cukup meNiatkan diri untuk berubah ...
padahal aku tidak ingin berubah, aku hanya ingin menjadi diriku sndiri
mendapatkan kedamaianku tidak peduli penilain baik atau buruk dunia
aku hanya bersedih karna terkadang ada perasaan hampa didalam diri
yang tidak kumengerti dan menyiksaku, seakan aku berada diujung jurang
aku hanyalah seseorang yang kebingungan akan diri sendiri dan tidak memilik arah tujuan
dan karna tidak ada yang membuatku tertarik pada dunia ini lagi
aku hidup hanya ingin menjalani, dan menikmati hari-hariku
mencari makna dan mengambil pelajaran jika aku bisa mengambilnya ...
rabb bohong jika aku tidak takut akan azabmu sesudah kematian
aku berharap belas kasianmu dan karuniamu agar menyelamatkanku
dari kegelapan kpd cahaya, aku ingin menyerahkan semua bebanku,hidupku pdmu
semuanya termasuk kehinaan dosa dan kesalahanku, tidak ada yg kututupi
aku mengakui segalanya .....
aku hanya ingin kebahagiaan sejati dan aku tau hanya menuju kpdmu sebaik-baik tujuan
aku tidak membutuhkan dunia ini, aku tidak ingin apapun lagi ...
aku hanya ingin masuk kedalam cintamu dan menikmati kerajaanmu...


0 komentar:
Post a Comment