Tuesday, February 4, 2020

Catatan terbengkalai part 6

masliannor (aku) ; duduk dimeja kamar dengan mendengarkan lagu "linkin park - breaking the habit"
dengan sdikit halusinasi kedamaian dari efek obat yang ku ramu seorang diri, Ya aku lebih jauh
dari mereka para pecandu baru itu atau orang yang hanya sekedar coba-coba mengetahui
dunia pembangkangan, (apa kau kira kalimat yang kunyatakan ini adalah sebuah kebanggaan?)
tidak teman!!!! .. kukatakan ini karna aku baru saja kembali gagal menahan diriku
dari sebuah belenggu hasrat, kusebut ini sebuah "hasrat" karna ini sudah tidak layak
dikatakan "hawa nafsu" dan karna aku merasa tlah menjadi seseorang yang sangat buruk dan tidak berguna
aku tersiksa, menderita karna keadaan ini membuatku menjadi seseorang yang merasa bersalah
ditempatkan dalam 2 pilihan sulit jalan kehidupan, yang membuatku terhina dan tak berdaya...
kalau ada tokoh/karakter yang hampir bisa kuibaratkan kondisinya sama sepertiku
Hanya kau lah chester... mungkin kau sosok penyelamat dalam jalan yang gelap ini.
sosok vocalis band dari negeri berbahasa english, satu-satu nya dari semua lagu rock/metal
yang benar-benar menyentuh sampai kerelung jiwaku ...
aku menganggumi setiap lagu yang kau ciptakan itu dari yang awalnya aku hanya sekedar suka saja
hingga aku tlah dalam memahami setiap lirik kata yang kau lantuntankan lewat melodi ini...
dan aku menganggumimu lebih dari mereka yang sekedar penggemar yang dapat melihatmu secara langsung
bahkan aku tlah dapat menyamai tatapan matamu yang kosong itu.
yaitu mata yang sedang berteriak meminta tolong diantara tepian jurang
berteriak ditengah keramaian ,dari atas panggung yang dibawahnya lautan manusia
yang menyanyikan lagu-lagumu ... pada akhirnya kau juga tidak terselamatkan



meninggalkan keluarga dekatmu, teman dan rekan, kekayaan, tahta , popularitas
dan kebahagiaan hidup dunia yang tidak bisa kau temukan.
orang mengatakan kau telah "menyerah" tapi bagiku kau hanya "lelah"
cukup teramat sangat lelah hingga kau memilih menyudahi semuanya.


dan dikamar pribadiku ini kuceritakan tentangmu dalam tulisanku
hanya terkadang beberapa tulisan menjadi melankolis...
dan saat itulah seorang pembaca harus menyadari, bahwa inilah ungkapan
terjujur dari isi hati yang paling dalam manusia, karna penderitaan terdalam sangatlah
sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata tapi akan menjadi sangaat indaaah jika kau mampu
merangkainya menjadi kalimat dan cerita yang mewakili sebuah kehidupan ini.
Dan aku hanya mampu menulis dengan naluri alami, penuh keikhlasan dan tanpa beban
karna efek obat inilah yang membuatku merasa nyaman dan merasa menjadi diriku sndiri saat ini
aku tidak perlu dunia lagi dan seisinya... aku hanya ingin menikmati saat-saat seperti ini
meski pada akhirnya akan berakhir buruk untuk tubuh dan jiwaku ...
hanya mereka para pemain yang bertahan paling lama yang mampu memahami posisiku saat ini...



aku hanya ingin menjadi diriku sndiri, dan mendapatkan tempatku yang membuatku
menjadi diri sendiri, hanya itulah yang dapat membuatku merasa lebih baik dan terselamtkan
dari dunia ini...

saat aku menulis dengan sepenuh hati dan kemurnian itu hanya saat diawal saja...

dan slalu mulai berantakan dan kacau/ tidak murni lagi dipertengahan ceritanya...


mungkin , jelasnya dalam kehidupanku sendiri aku masih mencari rangkaian kata, serpihan2 jawaban
kehidupan disetiap pertanyaanku. mungkin aku masih belum benar2 menemukan jawaban sebenarnya


hari ini aku berhasil mengurangi sdikit dosisku, pada kalimat ini aku menyambung tulisan kemarin
tidak ada perasaan menang karena tlah bisa menahan sdikit hasrat candu yang membelenggu
justru saat seperti ini aku semakin kacau, dipenuhi halusinasi, overthinking, dan paranoid
karna asupan dosis yang tidak cukup untuk menutupi lubang dalam jiwaku.
aku merasa down dan mulai berpikiran hal-hal negatif, terutama
pikiran suicide itu kembali datang, rasa bersalah dan dosa yang teramat banyak
mendorongnya kembali kedalam ingatan yang slalu ingin kubuang jauh-jauh

About Author

the darkside
the darkside

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet nostrum imperdiet appellantur appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment